Senin, 07 Oktober 2019

Bedah 50 Game Pembelajaran TPQ


Salah satu kunci keberhasilan dalam pendidikan Al Qur'an di TPQ adalah metodologi yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), dan salah satu metode yang bisa digunakan untuk mendukung KBM adalah metode bermain atau game, karena dunia anak tidak bisa lepas dari dunia bermain. Melihat pentingnya hal tersebut Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur'an (BADKO TPQ) kecamatan Kartasura, bekerja sama dengan Forum Silaturahmi TPQ Gonilan (FORSITA) dan komunitas DUNIA TPQ, menyelenggarakan pelatihan tentang game game yang bisa diaplikasikan dalam pembelajaran di TPQ kepada pengajar pengajar TPQ di wilayah kecamatan Kartasura dan sekitarnya.

Acara yang digelar pada hari ahad 06 oktober 2019 tersebut menghadirkan trainer game pembelajaran TPQ, Ust Yasir Lee, dalam acara yang dihadiri 120 peserta itu, kak Yasir begitu sapaan beliau, membedah game game yang bisa digunakan dalam pembelajaran TPQ, tidak hanya teori tetapi kak Yasir langsung mempraktekkan gam game tersebut bersama sama dengan peserta pelatihan.

Dalam acara tersebut hadir juga ketua Badko TPQ kecamatan Kartasura Ust. Abdul Latif, yang secara langsung membuka acara tesebut.
Pada kesempatan tersebut digunakan juga untuk sharing tentang problematika TPQ yang terjadi pada masa sekarang ini. Panitia mengahdirkan dua nara sumber sekaligus Ust. Wasis Wicaksono selaku praktisi TPQ dan Ust Hartanto selaku pengurus Badko TPQ kecamatan Kartasura. Dalam kesempatan tersebut Ust Wasis membuat sebuah closing statemen yang luar biasa, beliau mengajak untuk berbahagia bersama TPQ, dan membahagiakan orang lain dengan TPQ, sedang dari Ust Hartanto, beliau menegaskan saatnya TPQ menjadi lembaga pendidikan Al Qur'an yang profesional dan totalitas dalam melayani umat.

Rabu, 29 Maret 2017

Sehat Ala Rosulullah (KANTIN BADKO edisi 28 Maret 2017)

Oleh : Ust. Anton Slamet (konsultan herbalist)

Kesehatan adalah merupakan nikmat dari Allah ta’ala yang harus senantiasa di syukuri oleh setiap muslim, sebagaimana nikmat yang lainnya maka ketika kita bisa mensyukuri nikmat Allah maka akan senantiasa di tambah nikmat itu dari Allah ta’ala.
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu
Salah satu bentuk syukur seorang muslim terhadap nikmat kesehatan yang diberikan Allah adalah dengan menjaga tubuh/badan kita agar senantiasa sehat sesuai dengan aturan dari Allah selaku pemilik badan manusia. Aturan tersebut telah disampaikan dan dipraktekkan oleh Rosulullah selaku utusan Allah. Dan terbukti dua tahun setelah Rosulullah hijrah ke Madinah maka banyak para Thabib yang sudah tidak memiliki pasien dikarenakan tidak ada orang yang sakit.
Secara sederhana Rosulullah memberikan beberapa petujuk agar kita senantiasa dalam kondisi yang sehat.

1.       Menghindari penyakit
Pada dasarnya sangat mudah bagi kita untuk menghindari penyakit karena tubuh manusia hanya memerlukan 3 hal saja
a)      Pembuangan sisa makanan secara lancar baik buang air kecil maupun buang air besar
b)      Suplai makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Oleh karena itu jangan memasukan kedalam tubuh kita makanan makanan atau minuman yang terbuat dari bahan sintetis/tiruan. Jangan minum minuman yang ada perasa buatannya. Jika ingin yang ada perasa, maka ambil yang alami saja (jeruk, juz,teh,kopi,kencur)
c)       Istirahat yang cukup. Rosulullah mengajarkan kepada umatnya untuk tidur ba’da isya dan bangun di sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan sholat malam. Orang yang sering tidur terlalu malam maka lambungnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengurai makanan yang ada dan akhirnya menumpuk di dalam tubuh dan menjadi sumber penyakit.

2.       Makan makanan yang halal
Makanan yang halal itu mencakup tiga hal mulai dari jenisnya, cara mendaptkannya dan porsinya. Karena Allah ta’ala melarang kepada kita untuk makan dan minum secara berlebihan.
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ
“makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan”
Salah satu bentuk kita tidak berlebihan dalam makan antara lain ketika kita makan pilih satu lauk saja, yaitu lauk hewani. Kalau makanan banyak lauk, tubuh kita akan bingung dan berulangkali mengolah makanan.

3.       Menghindari makanan yang beracun
Di jaman sekarang ini kita harus berhati hati ketika memilih makanan yang akan kita konsumsi karena banyak makanan makanan yang mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh kita. Racun racun tersebut biasa disingkat dengan 5P.
a)      Pengawet
b)      Pewarna buatan
c)       Pengembang (jangan sarapan roti basah)
d)      Pengenyal (bakso, nuget, sosis)
e)      Penyedap buatan

4.       Merawat tubuh kita dengan baik
Banyak contoh dari Rosulullah bagaimana beliau merawat atau memberi nustris bagi tubuh.
a)      Minum Madu setiap pagi dengan air. Air yg paling baik adala dengan mengembunkan air semalam didalam genthong/kendi/gelas kaca (jangan yg plastik). Tutup rapat diamkan semalam, pagi sudah ada embun nya, minumlah.
b)      Nabi setiap pagi makan kurma. Kurma adalah makanan berkah. Siapa yg hanya punya kurma saja dijamin tdak akan kelaparan.
c)       Berolah raga
d)      Mengeluarkan darah kotor Dengan berbekam. Afdhol nya bekam setiap 1 rumah ada yg bisa bekam
e)      Minumlah rutin minyak zaitun.
Macam minyak zaitun :
- ekstra virgin olive oil (kehijauan) untuk diminum
- olive oil untuk Goreng
- Pomes untuk minyak rambut
f)       Mengkonsumsikan Habbatushauda Sangat baik untuk pembentukan otak. Orang muslim cerdas karena nutrisi dari habbatusauda

Senin, 27 Maret 2017

Wisuda Angkatan Pertama QTA “Menjadi Guru TPQ Yang Ideal”

“Mengajarkan ilmu agama kepada anak anak kita merupakan hal yang sangat penting dalam keluarga seorang muslim, karena anak anak yang memahami agama dengan baiklah yang akan senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya. Jangan sampai orang tua hanya mengajarkan ilmu dunia saja kepada anak anaknya sehingga ketika mereka telah sukses melupakan bakti mereka kepada orang tuanya.” Demikianlah yang disampaikan oleh ketua BADKO TPQ Kartasura Bp. Abdul Latif, S.Pd.I dalam sambutannya pada acara Wisuda QTA (Qur’an Teach Academy) angkatan pertama, Ahad 26 Maret 2017 di Umbul Asri, Janti, Polanharjo, Klaten.
QTA adalah merupakan salah satu program dari BADKO TPQ Kartasura yang bekerja sama dengan Takmir Masjid Al Falakh Syafi’I dukuh Wirocanan, desa Kertonatan, kecamatan Kartasura. QTA pelatihan kepada guru guru TPQ dengan beberapa materi antara lain Tahsin Qur’an, Fiqih dasar, Manajemen TPQ, Bahasa arab dasar, Metode berkisah dll dengan tujuan memberikan bekal yang cukup bagi guru guru TPQ dalan mengajar santri santri mereka di TPQ. Dalam laporannya koordinator  program QTA  Ustadzah Rustina, S.Pd. menyampaikan bahwa program ini berjalan selama 5 bulan sejak bulan September tahun 2016 dan diikuti oleh 13 pengajar TPQ di ligkungan desa Kertonatan.
Hadir dalam kesempatan tersebut takmir masjid yang diwakili oleh Bp. Umar Qosim, M.Pd yang meberikan pesan kepada para wisudawan dan wisudawati bahwa tugas mereka yang paling pokok adalah mengajakan 3 hal kepada para santri santri mereka, mengajakan Aqidah yang benar, mengajarkan tentang Sholat yang sesuai dengan ajaran Rosulullah dan mengajarkan tentang bacaan Al Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid yang telah di tetapkan oleh para Ulama Qur’an. (Abu Luqman)

Selasa, 07 Maret 2017

RAPAT KERJA DAKWAH BADKO TPQ KARTASURA

Dalam rangka pengokohan dan perencanaan program kerja dakwah tahun 2017, Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an (BADKO TPQ) Kecamatan Kartasura, mengadakan RAKERDA (Rapat Kerja Dakwah) Tahun 2017. Acara yang diselenggarakan selama 2 hari tanggal 4 – 5 maret 2017 mengambil tempat di salah satu villa di Tawangmangu, Karanganyar. Acara Rakerda dibuka oleh Ibu Warist Luqman Hakimah, S.Ag selaku penasehat BADKO TPQ Kartasura.
Selain merencakan program kerja selama satu tahun kedepan, Rakerda juga diisi dengan materi penguatan/pengokohan pengurus, dalam materinya pembicara menyampaikan bahwa berdakwah merupakan bagian yang tidak bisa terlepaskan dari seorang mukmin dan ia harus dilaksanakan dengan sungguh sungguh karena sesungguhnya dakwah merupakan bagian dari jihad seorang mukmin. Di akhir materinya pembicara menyampaikan sebuah kesimpulan bahwa “Dakwah tidak bisa hidup tanpa jihad,dan tidak ada jihad tanpa pengorbanan”. Acara Rakerda juga diisi dengan OUTBOND Training yang mengambil tempat di lereng gunung lawu, pintu masuk pendakian “Cemoro Sewu”. Dalam outbond training semua peserta di berikan materi tentang leadership/kepemimpinan dengan harapan semua peserta siap mengemban amanah dakwah.


Rangkaian acara Rakerda di tutup secara langsung oleh Bp. Much Samrodin, S.E selaku ketua BADKO TPQ Kabupaten Sukoharjo. Beliau berpesan agar semua peserta tetap istiqomah dalam berjuang mengajarkan Al Qur’an walaupun dalam berdakwah tidak mendapatkan imbalan dalam bentuk materi tetapi itu merupakan tabungan kita di akhirat.

Rabu, 30 Maret 2016

Lejitkan Potensi Buah Hati (Kantin BADKO edisi Maret 2016)


Anak adalah anugerah yang terindah, penyempurna sebuah keluarga. Orang tua dengan ikhlas mengeluarkan berlembar-lembar uang untuk masa depan mereka. Di sekolahkan mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai dengan perguruan tinggi. Meskipun disadari bahwa yang didapat hanyalah lembaran kertas. Namun itu adalah salah satu cara orang tua untuk mengoptimalkan kemampuan anak.
Anak yang terlahir, tidak bisa memilih lahir dari keluarga yang mana. Seandainya ia bisa memilih, kemungkinan dia akan memilih lahir dari keluarga ustadz maupun ustadzah. Namun, dengan mensyukuri apapun yang telah Allah kehendaki dan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak, itu adalah sebagai wujud mengoptimalkan potensi anak. Maka, BADKO TPQ Kartasura mengadakan Kajian Rutin (Kantin) pada hari Minggu (27/3/2016) dimulai pukul 09.00, bertempat di Masjid Al Hidayah Karangtengah Ngadirejo, Kartasura.
Lejitkan Potensi Buah Hati menjadi tema yang akan dibahas dalam Kantin. Kegiatan Kantin ini diisi oleh Ustadzah Lisda Farkhani, S.Psi.,  psikolog dan ketua PWNA Jateng. Acara Kantin berlangsung meriah, diawali dengan penyambutan dari tuan rumah yaitu Main Sufanti. Kantin ini diikuti oleh guru-guru TPQ se-Kartasura dan wali santri dari TPQ Al Hidayah. Dimoderatori oleh Tri Nurhayati.

Senin, 21 Maret 2016

JAISKA 2015, Ratusan Santri TPQ Kartasura Unjuk Kreativitas

SUKOHARJO, (Panjimas.com) – 300 an santri dari 17 TPQ sekecamatan Kartasura unjuk kreativitas dalam JAISKA (Jambore Anak Islam Kartasura) 2015. Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu-Jum’at (23-25/12/2015) ini diselenggarakan oleh BADKO TPQ (Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an) Kartasura, dan bertempat di Lapangan Gumpang, Kartasura.
Berdasar rilis yang diterima Panjimas.com, Sabtu (26/12/2015) kegiatan ini rutin diadakan dua tahun sekali. Dan untuk tahun ini diikuti 300-an peserta dari 17 TPQ sekecamatan Kartasura.
Berbagai kegiatan bersama dan lomba diikuti tak hanya oleh santri, tetapi juga para guru TPQ. Antara lain, pendirian tenda, pawai ta’aruf, outbond, lomba adzan, tartil, tahfidz, cerdas cermat, juga lomba memasak bagi guru TPQ.

Indonesia Mendongang juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan JAISKA. Untuk yang satu ini, BADKO bekerja sama dengan LKG TPQ yang mengadakannya secara serentak di 43 tempat.
Sesuai dengan tema JAISKA tahun ini, yakni Nabiku Teladanku, maka salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah melestarikan semangat juang Rasulullah dan sahabat. Sebagaimana disampaikan salah satu panitia JAISKA 2015, Ida, melalui surat elektronik kepada Panjimas.com, Sabtu (26/12/2015).
“Di antara tujuannya adalah melestarikan semangat juang Nabi Muhammad SAW dan para sahabat,” jelasnya. [IB]

Jumat, 08 Agustus 2014

TPQ MA’WA AL AWWABIIN

Bismillahirrahmaannirrahiim ....
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang- orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah,yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan )mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An Nisa’:9)

TPQ Ma’wa Al Awwabiin beralamat di  Jalan Kuwiran IV rt 01/18 Makamhaji Kartasura yang bertempat di Masjid Ma’wa Al Awwabiin. Masjid tersebut merupakan wakaf dari Bapak SRIYADI yang diserahkan kepada Ustadz Muinnudinillah dalam pengelolaannya. TPQ pertama di dirikan sekitar tahun 2008. Yang bermaksud untuk dakwah dikampung. Yang dikelola dari pondok Ma’had dan para remaja. Selang beberapa waktu TPQ ini sempat surut, karena banyak remaja yang ikut mengelola tak bisa melanjutkan kembali sehingga pada akhirnya, kami susun kembali struktur keorganisasian  yang melibatkan semuanya,sebagai pendukung. Baik dari Bapak RT, Ta’mir masjid, ibu-ibu maupun remaja  dan pastinya guru dari Ma’had Abu Bakar serta ditambah guru dari Pondok Sobron.Dan penjagaan komunikasi yang lancar,baik dari pengurus ,guru,serta wali santri.  Disinilah TPQ Ma’wa mulai bangkit dan mulai mengikuti kegiatan di luar.
Pembelajaran TPQ dalam 1 pekan itu ada 5 hari. Hari senin, selasa, kamis kami jadwalkan untuk BTA dan pembelajaran aqidah, tarikh, b.arab, fiqih dan lain-lain. Hari jum’at, perpustakaan dan pencak silat dan hari sabtu bimbingan belajar, serta adanya latihan rebana untuk seninya. Kami mengadakan ekstra pencak silat yang diuraikan diatas QS : An Nisa’ : 9, agar generasi islam yang akan datang kuat secara fisik maupun kuat dalam ilmu yang lainnya. Seperti visi dan misi yaitu mencetak generasi yang Sehat, Cerdas, Ceria, Bertaqwa serta Berakhlaqul Karimah. Disamping itu juga, adanya Taman gizi yang kami selenggarakan setiap 1 bulan sekali.
Dan sesekali waktu kami isi dengan permainan, cerita dengan boneka, dan jalan–jalan keliling kampung. Serta penambah kegiatan lainnya yang membuat pembelajaran kami semakin menyenangkan.

Jumat, 01 Agustus 2014

METODE IQRO’ DAN KEMANDIRIAN SANTRI

Main Sufanti
Pengasuh TPA Al-Hidayah Karang Tengah Kartasura
Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta

            Di era  tahun 70-an waktu saya kecil,  saya belajar membaca Al-Quran  di masjid di kampung saya dengan metode eja. Pembelajaran dimulai dengan membaca huruf-huruf hijaiyah yang diberi syakal. Ustadz/ustadzah   menuntun  para santri mengeja huruf-huruf tersebut  yang ditulis di papan tulis, kemudian  para santri menirukannya.  Maka terdengarlah suara nyaring: “alif fatkhah a, alif kasroh i, alif dhommah u , a i u. Bak fatkhah ba, bak kasroh bi, bak dhommah bu, ba bi bu. Tak fatkhah ta, tak kasroh ti, tak dhommah tu, ta ti tu” dan seterusnya sampai “ya, yi, yu”.  Ketika pelajaran sudah sampai pada tanwin, maka akan terdengar suara nyaring: “Alif fatkhah tanwin an, alif kasroh tanwin in, alif  dhommah tanwin un, an in un. Bak fatkhah tanwin ban, bak kasroh tanwin bin, bak dhommah tanwin bun, ban bin bun. Tak fatkhah tanwin tan, tak kasroh tanwin tin, tak dhommah tanwin tun, tan tin tun” dan seterusnya sampai “yan, yin, yun”.
            Metode eja semacam itu sangat lambat untuk mengantar para santri dapat lancar membaca Al-Quran. Sangat jarang santri yang belajar di masjid itu  yang bisa membaca Al-Quran  ketika lulus sekolah dasar, apalagi khatam Al-Quran.  Yang bisa membaca Al-Quran dengan lancar adalah mereka yang tekun dan terus menerus belajar walaupun sudah memasuki usia sekolah lanjutan. Begitu pula, mereka yang sering mengikuti acara tadarus yang diselenggarakan di masjid tersebut secara rutin.

Metode Iqro’
            Di era tahun 90-an, muncullah metode Iqro’ yang disusun oleh KH. As’ad Humam, dari Balai Litbang LPTQ Nasional, Team Tadarus “AMM’ Yogyakarta. Metode ini menggunakan  “Buku Iqro’ Cara  Cepat  Belajar membaca Al-Quran”.  Buku disusun terdiri 6 jilid, yang disusun dengan memperhatikan keruntutan berpikir yaitu dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang sederhana menuju yang kompleks, dan dari  huruf per huruf menuju huruf yang digandeng-gandeng.

TPA AR ROKHIM KERTONATAN

TPA  Ar Rokhim bertempat di SD Negeri I Kertonatan yang beralamatkan di desa Kertonatan Kecamatan Kartasura. TPA ini diresmikan keberadaannya 22 tahun yang lalu, tepat pada tanggal 15 juli 1990 . Selama kurun waktu yang panjang itu TPA Ar Rokhim berperan melayani masyarakat desa Kertonatan dalah pendidikan Agama Islam pada umumnya dan Baca Tulis Al Qur’an khususnya, dan masih tetap bertahan dan eksis sampai saat ini dengan jumlah santri yang cukup banyak. Terhitung ada 143 santri yang belajar di TPA Ar Rokhim terdiri dari 87 santriwan dan 56 santriwati.
Pendirian TPA Ar Rokhim berasal dari gagasan kalangan tokoh agama Desa Kertonatan, berawal dari kebutuhan masyarakat yang mengharapkan anak anaknya bisa membaca dan menulis Al Qur’an. Ibarat gayung bersambut , kesadaran ini kemudian didukung oleh tokoh masyarakat serta pemerintahan desa Kertonatanyang saat itu di pimpin oleh Bapak Rokhimi Sidik Prayitno yang memberi dukungan  penuh baik moral maupun bantuan dana.
Pada saat awal kepengurusan TPA Ar Rokhim saat itu diketuai oleh Bapak Jarwo Sumarno (Alm.), dengan pelindung Kepala Desa Kertonatan dan Penanggung jawab P2A Desa Kertonatan. Proses belajar mengajar dilaksanakan dengan memakai gedung sekolah dasar Negeri (SD N) kertonatan 01, dan masih bertahan sampai saat ini.



Selasa, 22 Juli 2014

Bagaimana Mengakhiri Ramadhan

Hatta Syamsuddin, Lc

Segala puji bagi Allah, teriring doa dan keselamatan semoga terlimpah atas nabi dan rasul termulia: Muhammad SAW, juga atas keluarga dan para sahabat, serta kepada semua yang mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat nanti. Ramadhan akan segera berlalu. Kurang lebih beberapa hitungan hari lagi lagi hilal syawal akan muncul dan mengakhiri bulan mulia itu. Seperti biasa, kaum muslimin menyikapi akhir Ramadhan dengan ragam kegiatan yang berbeda-beda. Sebagian menjalankan sunnah I’tikaf untuk mengais keberkahan yang tersisa di bulan ini, khususnya kemuliaan malam lailatul qadar. Sebagian lainnya mulai menyibukkan diri untuk menyambut lebaran yang tengah dinanti. Berbagai adat tradisi yang mengitari seputar idul fitri pun mulai bermunculan di sana-sini. Setiap muslim di ujung ramadhan mendapati dirinya pada dua dilema yang selalu berulang setiap tahunnya. Kita pasti bersedih karena akan kehilangan momentum pahala dan keberkahan yang berlipat-lipat di bulan ramadhan, namun pada saat yang sama kita juga harus bergembira dengan datangnya hari raya Idul Fitri. Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda tentang kebahagiaan di hari raya : “ Sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya, dan sungguh inilah hari kegembiraan bagi kita “ (HR Bukhori).

Setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan seorang muslim di akhir ramadhan, agar bisa tetap optimal dalam menutup ramadhan, sekaligus mempersiapkan kebahagiaan yang syar’I di hari raya nanti ;

Sabtu, 19 Juli 2014

Profil TPQ AR ROHIM PABELAN

TPA merupakan lembaga pendidikan nonformal yang bertujuan untuk mencetak masyarakat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya menjadi generasi islam dan qur’ani.
            TPA Ar rohim beralamat di kidul warung rt 2 rw 6, pabelan, kartasura. Berdiri pada tahun 1990-an. TPA Ar rohim pabelan dahulu merupakan pusat TPA yang terdiri dari 3 desa, karena 2 desa diantaranya belum ada TPA. Saat itu jumlah santrinya cukup banyak. Banyaknya santri otomatis suasana TPA pasti lebih ramai, tapi ramainya mereka sebanding dengan juara-juara yang mereka dapatkan. Subhanallah
            Namun TPA Ar rohim kini sudah berdiri sendiri karena 2 desa yang sebelumnya belum ada TPA kini sudah berdiri TPA di masjid mereka. Kemudian seiring berjalannya waktu, jumlah santri TPA Ar rohim kini semakin sedikit namun masih terbilang cukup untuk dikatakan sebuah TPA. Jadi terkadang kami flexibel dalam materi untuk menyesuaikan kondisi santri. Dalam penyampaian materi, terkadang kami membuat sebuah game agar selalu diingat, juga menggunakan syair/lagu untuk materi tertentu. Untuk tahfidz kami mengambil waktu malam ba’da magrib setiap hari sabtu agar ada variasi waktu. Alhamdulillah walaupun tidak sebanyak dulu, juara dalam perlombaan pernah kami dapatkan. Kegiatan kami diluar jam TPA, kami pernah mengadakan lomba masak, lomba menggambar, mewarnai dan outbond keliling desa. Insya Allah dengan cara begitu kami dapat menarik perhatian anak-anak di desa pada khususnya untuk mengikuti TPA. Di dukung dengan acara-acara yang diadakan oleh BADKO TPQ juga membuat santri semangat untuk TPA. Apalagi saat Ramadhan tiba subhanallah antusias anak-anak desa untuk ke TPA luar biasa. Mungkin mereka ingin menghabiskan Ramadhan dengan banyak beramal sholeh.
           

Selasa, 15 Juli 2014

Melatih Kemandirian kepada Anak

Oleh : Lisda Farkhani, S. Psi
Sore itu terdengar perbincangan dari dalam kamar. “ssttttt tapi umi jangan sampai tahu,”bisik kakak. “iya tapi kalau ditanya umi gimana kak?”tanya adik. “senyum saja, nggak usah dijawab dik,”kata kakak lagi. Sesaat mba yang membantu dirumah kami keluar dari kamar kakak. “janji ya mba, “kata kakak. Mba hanya tersenyum dengan mengangguk dan terdengar adik teriak “makasih mba.” Begitu melihat aku sudah berdiri didepan kamar, anak-anak melangkah mundur,” ada apa ya?”tanyaku pada mereka. Kakak mengedipkan mata ke adik, sementara adiknya senyam-senyum,”nggak apa-apa kok umi,”kata adik. Ahad pagi itu akhirnya anak-anak menyampaikan protesnya. Mereka bertanya mengapa harus merapikan meja belajarnya dan melipat selimut sendiri. Termasuk juga beberapa tugas sehari-hari yang memang harus mereka kerjakan sendiri. Sementara beberapa temannya bercerita bahwa itu adalah pekerjaan mbak yang membantu dirumah. Akhirnya perbincangan panjangpun mengalir tentang pentingnya memahami dan belajar mengerjakan tugas-tugas pribadi serta manfaatnya bagi mereka kelak. Hingga adik berkomentar,”ehm jadi nanti kalau ada tamu umi nggak usah nyuruh mba bukain pintu dong, buka sendiri saja khan punya tangan dan kaki.” Aku tertawa sambil mengucek-ucek rambut adik, namanya anak-anak ternyata.

Abi umi seberapa seringkah bunayya berkomentar seperti cerita diatas. Mereka akhirnya akan menggunakan kalimat kita dengan sempurna saat diminta melakukan sesuatu. Seperti “apa abi dan umi nggak punya kaki?” Hal ini karena biasanya kita mengatakan  “tangan dan kaki adik senang lho kalau digunakan untuk mengambil minum sendiri,”
Sikap mandiri diperlukan dalam kehidupan manusia. Dengan kemandirian yang dimiliki orang menjadi siap menghadapi segala hal dengan lebih nyaman. Karena ia tidak perlu tergantung dengan kehadiran orang lain untuk membantu menyelesaikan urusannya.

Kamis, 09 Januari 2014

Halaqah Al Qur'an Usaha Menjaga Bacaan Al Qur'an Kita

Dalam rangka meyambung silaturahmi antar pengajar TPQ di kecamatan kartasura sekaligus sebagai  sarana menjaga bacaan Al Qur’an dari para ustadz dan ustadzah TPQ ,maka BADKO TPQ KARTASURA kembali meluncurkan sebuah program baru diawal tahun 2014 ini dengan Nama HQ atau singkatan dari Halaqah Al Qur’an. Forum yang dipromotori oleh LPA (Lembaga Pendidikan Al Qur’an) Badko TPQ Kartasura ini dimaksudkan sebagai media sharing tentang ilmu ilmu Al Qur’an bagi para pengajar Al Qur’an mulai dari makhorijul huruf, tajwid, bacaan ghorib dll. Diharapkan dengan mengikuti forum ini para ustadz dan ustadzah bisa terus terjaga bacaan Al Qur’annya karena sering disimak oleh ustadz dan ustadzah lainnya sehingga ketika ada kesalahan bisa langsung diperbaiki.  sesuai dengan  kaidah tajwid ulama Qiroah.Bagi ustadz maupun ustadzah yang ingin bergabung caranya sangat mudah cukup konfirmasi via sms dengan mengetik HQ#nama#Alamat#Tgl Lahir dan kirim ke 085742344392.

INDONESIA MENDONGENG


Menutup agenda kegiatan tahun 2013 ini BADKO TPQ KARTASURA menyelenggarakan silaturahmi akbar santri santri TPQ di kecamatan kartasura dengan tajuk INDONESIA MENDONGENG KEC. KARTASURA dengan mengambil tema “Berbagi Senyum Untuk Sahabat.”Acara ini merupakan hasil kerja sama antara BADKO  TPQ kartasura dengan LDK (Lembaga Dakwah Kampus) IAIN Surakarta dan didukung oleh Komunitas TPQ  Solo Raya yang juga menyelenggarakan acara yang sama secara serentak di 27 titik di karesidenan Surakarta dan 7 Kota besar di Indonesia.

Acara Indonesia mendongeng kecamatan kartasura yang dilgelar pada tagl 25 Desember 2013 kemarin mengambil tempat di Gedung Graha IAIN Surakarta, dengan menampilkan pendongeng Nasional Kak Wuntat Wawan Sembodo dari Kota Gede Yogyakarta.Antusiasme TPQ sangat luar biasa dalam menyambut acara ini, terlihat dari semangat mereka dalam menghadiri  acara ini bahkan ada santri santri yang rela bersepeda demi bisa hadir dalam acara Indonesia Mendongeng ini. Jumlah peserta mencapai 915 yang terdiri dari santri TPQ dan pengajarnya juga sebagian dari wali santri .

Senin, 28 Oktober 2013

IKHLAS BERKORBAN DEMI TPA

Oleh : Main Sufanti
Pengasuh TPA AL-Hidayah Karang Tengah Ngadirejo Kartasura
Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta

            Allah berfirman dalam Q.S  At-Tahriim:6 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….” .  Begitu pula, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Saw. Bersabda: “Jika manusia telah meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal, yakni shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya”.  Ayat dan hadits tersebut memberikan penjelasan kepada kita bahwa mempunyai anak yang shalih dan shalihah adalah dambaan sekaligus tanggung jawab bagi setiap orang tua.  Keberhasilan seseorang dalam mendidik anak sehingga menjadi anak yang sholih dan sholikhah  merupakan keberhasilan seseorang dalam memelihara keluarganya dari api neraka. Selain itu, anak yang sholih dan sholikhah merupakan  salah satu amal yang kebaikannya tidak terputus, walaupun seseorang telah meninggal.
Pendidikan menjadi salah satu media yang dipercaya bisa menempa perkembangan anak, baik kecerdasan otak maupun kecerdasan spiritual, sehingga menjadi anak yang sholih dan sholikhah. Pendidikan ini merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Oleh karena itu, kita mengenal pendidikan formal, nonformal, dan informal.
 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Lembaga ini tidak sekadar mendidik anak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga mengembangkan pendidikan agar anak dapat menjalani hidup secara islami.  Jika anak dapat menerapkan kehidupan sehari-hari secara islami, itulah anak yang sholih dan sholikhah.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Pelatihan BADKO TPQ Kartasura

Ikutilah....
TRAINING " Menjadi Ustadz & Ustadzah di Cintai Santri"

Oleh : KAK WUNTAT ( Trainer Dongeng Nasional )

Hari/ Tanggal : Ahad/ 27 Oktober 2013
Jam : 08.00 s/d Selesai
Tempat : Masjid Al Bukhori ( IAIN Surakarta )

Kontribusi Rp. 5.000,-

Fasilitas : Snack, Sertifikat, Majalah & Ilmu
Pendaftaran Via SMS Ketik Training ; Nama TPQ/Instansi ; Jumlah Delegasi
CONTOH Training ; TPQ Ustman Bin Affan Gonilan ; 10
Kirim ke 085742344392

Rabu, 17 Juli 2013

Mensyukuri Nikmat dan Menikmati Syukur Menjadi Guru TPQ

Oleh : Faqih Annisa

TPQ (Taman Pendidikan al-Qur’an) adalah salah satu organisasi yang banyak menjamur di masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan agama islam pada anak-anak. Kelahirannya sangat diharapkan. Tetapi sedikit yang memperhatikan dan mencurahkan pikiran untuk mengelolanya dengan baik.
Apakah antum seorang guru? Guru ngaji? Luruskan niat antum wa antunna bahwasannya TPQ hanya untuk mencari ridho Allah. Kalau antum melenceng dari niat ini, maka TPQ sia-sia saja sebagai ladang dakwah. Jangan jadikan materi dunia sebagai tujuan utama. Karena itu akan mengecewakan antum dan menghapus semua amal-amal kebaikan. Tentunya yang menjadi tujuan utama adalah menyiapkan anak didik menjadi generasi muslim yang bisa membaca Al-Qur’an, mencintainya, komitmen terhadapnya dan menjadikannya sebagai pandangan hidupnya. Pada dasarnya, peran antum sebagai pendidik di TPQ inilah tugas atau amanah yang memang harus diemban dengan totalitas dan sepenuh hati. Pun pengorbanan yang tak setengah-setengah.
Berangkat dari TPQ inilah yang menjadi wadah untuk meluruskan aqidah dan tauhid. Di tengah maraknya isu-isu yang sedang gempar digembar-gemborkan yakni maraknya perbuatan maksiat, bid’ah, baik perbuatan maupun keyakinan, serta perbuatan orang-orang yang sesat bertebaran di sekitar kita. Mulai dari lahirnya aliran-aliran nyeleneh yang membawa nama Islam, hingga muncul orang-orang yang mengaku sebagai Nabi, Rasul, Jibril bahkan mengaku Tuhan. Lebih arogan lagi yang notabenenya orang yang sangat disegani mengaku bisa mewujudkan apapun yang diinginkan para pengikutnya yang berjumlah puluhan bahkan ratusan. Di antara orang-orang yang terpengaruh aliran sesat tersebut, ada juga yang berpendidikan dan telah mengenal agama Islam. Hal ini sangatlah memprihatinkan bagi kita sebagai guru TPQ yang tentunya perlu meluruskan pemahaman yang sekiranya menyimpang dari aturan syari’at islam yang haqiqi.
Dari sekian banyak nikmat yang dianugerahkan oleh Allah kepada umat islam, Islam adalah anugerah yang paling agung. Karena, Islam bukan hanya menuntun manusia pada jalan keselamatan ukhrowi, tapi juga membawa rahmatan lil a’lamin. Tatacara kehidupan manusia diatur sedemikian rupa, dari yang paling berat sampai urusan makan dan membasuh tangan. Islam juga memberikan pandangan yang berbeda terhadap kehidupan manusia dan membedakan dirinya dari hewan ternak yang dipelihara untuk bekerja.
Selain itu, masih banyak nikmat-nikmat lainnya yang tak ada satu pun bisa menghitungnya, kecuali Dzat Yang Maha Mengetahui. Sebagaimana firmannya:
 

NIKMATNYA BELAJAR DAN MENGAJARKAN AL-QURAN

Main Sufanti
Pengelola TPA Al-Hidayah Karang Tengah
Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta
           
Umar bin Affan r.a berkata, Rosulullah s.a.w bersabda: “Sebaik-baik kamu  yaitu orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (Nawawi et all,1987:123). Hadits yang diriwayatkan Buchory ini menjelaskan bahwa orang yang mau belajar dan mengajarkan Al-Quran adalah orang yang terbaik diantara orang-orang lain. Begitu baiknya, orang mukmin yang bisa membaca Al-Quran diumpamakan oleh Rosulullah bagaikan buah limau yang baunya harum dan rasanya lezat.  Sebaliknya, Rosulullah juga  memberi perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Quran bagaikan buah handhol yang tidak berbau dan rasanya pahit (Nawawi et all,1987:124).
Belajar Al-Quran dan mengajarkan Al-Quran adalah kewajiban setiap muslim. Belajar Al-Quran bisa berupa belajar membaca huruf Al-Quran, belajar menulis, belajar menghafal, belajar memahami makna, sampai pada belajar mengamalkan isi Al-Quran  dalam kehidupan sehari-hari. Belajar bisa dilakukan secara mandiri juga bisa dilakukan dengan bantuan orang lain. Proses membantu orang lain  dalam belajar Al-Quran inilah yang disebut mengajarkan Al-Quran.

Taman Pendidikan Al-Quran
Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) merupakan lembaga  pendidikan nonformal yang bertujuan membentuk generasi Islam yang betul-betul dapat membaca Al-Quran, memahami Al-Quran, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Lembaga ini biasanya mendidik anak-anak usia 4 – 12 tahun.  Namun, pada perkembangannya  ada juga TPA yang menyelenggarakan pembelajaran untuk remaja bahkan dewasa.
Taman Pendidikan Al-Quran, baik yang dikenal dengan nama TKA, TKQ, TPA, TPQ, TQA  dan bentuk lain yang sejenis  telah tersebar luas di tanah air. Dr. Undang Sumantri (dalam Budiyanti,2011),  staf ahli di Direktorat PD Pontren Departemen Agama RI, pada tanggal 9 Januari 2007 menginformasikan bahwa jumlah TKQ tercatat di Departemen Agama ada 15.756 unit dan TPQ-nya ada 111.685 unit sehingga totalnya ada 127.441 unit. Adapun jumlah ustadz sebanyak 544.411 orang.  Jumlah santri TKQ ada 913.981 anak dan  TPQ ada 6.812.303  sehingga jumlah totalnya 7.726.284 anak.  Ini prestasi yang luar biasa.

Jumat, 17 Mei 2013

Anak Indonesia dan Moralitas Bangsa yang Hilang

Oleh : Miarti
Jika kita mencoba mengukur beban anak zaman sekarang dan anak zaman dahulu, barangkali anak zaman sekarang jauh lebih berbeban. Mulai dari dampak kemudahan teknologi yang cukup sulit untuk diredam, permasalahan moral yang terus mengemuka, serta banyaknya perilaku aneh yang mengakibatkan tipisnya pengertian apakah seseorang bisa dikatakan manusia atau bukan.
Selain itu, rangkaian masalah di negeri ini seolah tiada akhir. Korupsi yang tak berkesudahan, pengangguran dimana-mana, kemiskinan yang merajalela, keadilan yang tak juga mengejawantah, penderitaan para TKI yang tak tertuntaskan, penganiayaan terhadap anak kandung, penjualan anak di bawah umur, banyaknya mavia peradilan alias markus, perilaku bohemian orang-orang berduit, kasus narkoba hingga kematian yang diakibatkan karena menenggak minuman oplosan, berita heboh video mesum mirip artis, serta kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang anak.
Rangkaian potret buram bangsa kita secara tidak langsung menjadi fatamorgana memilukan bagi kelangsungan hidup anak-anak. Banyak hal yang seharusnya sangat tidak boleh untuk mereka dengar dan mereka lihat, namun ternyata bisa mereka dapatkan dengan sangat mudah. Padahal sejatinya, seorang anak dengan segala genuinitas yang dimilikinya, memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menangkap dan merekam berbagai objek. Sehingga dengan sangat mudahnya mereka mempelajari sesuatu bahkan tanpa kita ajari secara langsung sekalipun.