Jumat, 08 Juni 2012

Informasi JAISKA

Dalam rangka mengisi liburan sekolah tahun ajaran 2011/2012 Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur'an  (BADKO TPQ) Kecamatan kartasura akan mengadakan jambore anak islam kartasura atau yang biasa disebut dengan JAISKA.
Jambore ini merupakan jambore  yang kedua yang diadakan oelh BADKO TPQ Kartasura  setelah sebelumnya pada tahun 2010 pernah diadakan acara yang sama.Jaiska merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh ormas  islam di kartasura  yang diawali oleh Pemuda Muhammadiyah & Nasyaitul Aisyiyah (NA),kemudian diteruskan oleh Forum Komunikasi Ustadz/ustadzah Kartasura (FOKUS TPQ) dan untuk masa sekarang dilimpahkan ke BADKO TPQ KARTASURA.
Acara ini berupa  perkemahan santri santri TPQ selama 2 hari mulai tanggal 30 juni sampai 1 juli 2012 yang didalamnya diadakan berbagai macam kegiatan lomba dan acara acara untuk merekatkan ukhuwah antar santri TPQ.
Kegiatan JAISKA tahun ini mengambil tema "Perkuat Ukhuwah Menyongsong Berkah Ramadhan" dengan maksud dengan mempererat ukhuwah akan terwujud suasana  yang konduksif untuk memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan sehingga kita bisa meraih berkah ramadahan dan mendapatkan kemenangan dalam ibadah puasa.

Selasa, 29 Mei 2012

Mendidik Dengan Keteladanan

Keteladanan yang baik memberikan pengaruh yang besar terhadap jiwa anak,anak banyak meniru kedua orang tuanya,bahkan bisa membentuk karakter anak.Dalam hadist yang sangat populer disebutkan,..."kedua orang tuanyalah yang  menjadikannya sebagai yahudi,majusi atau nasrani." Rosulullah sendiri mendorong kedua orang tua agar menjadi teladan yang baik bagi anak anak mereka terutama berkenaan dengan akhlak kejujuran didalam bergaul dengan anak anak.


Anak Ibarat cermin bagi diri kita
Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Amir bahwa ia berkata,"Pada suatu hari ibuku memanggilku,sementara itu Rosulullah sedang duduk dirumah kami.Ibuku berkata,"Kemarilah ,kuberi sesuatu."Rosulullah kemudian bertanya,"Apa yang hendak engkau berikan?".Ibuku menjawab,"Aku ingin memberinya kurma.”Kemudian beliau bersabda,”Jika engkau tidak memberinya sesuatu,maka engkau dicatat sebagai orang yang berdusta.”

Anak anak akan selalu mengawasi dan memperhatikan perilaku orang dewasa baik itu orang tuanya maupun orang dewasa disekitarnya termasuk para pendidk mereka (Ustadz/Ustadzah),Mereka akan mencontoh orang orang itu,jika anak anak mendapati mereka jujur maka mereka akan tumbuh  diatas kejujuran.Demikian pula sebaliknya.

Adalah Ibnu Abbas ketika menyaksikan Rosulullah yang sedang melaksanakan shalat malam dihadapannya,maka ia bergegas untuk mengikuti beliau.Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata,”Aku pernah menginap dirumah bibiku, Maimunah,pada suatu malam,Lalu Nabi bangun malam,Beliau bangun kemudian berwudhu,selanjutnya mengerjakan shalat.Akupun kemudian turut mengambil wudhu seperti yang dilakukan beliau kemudian aku berdiri ikut mengerjakan disamping kiri beliau,kenudian beliau memindahkanku disebelah kanan beliau kemudian mengerjakan shalat.”
Ibnu Abbas (yang waktu itu masih kecil) mengambil air wudhu seperti yang ai lihat dari Rosulullah,kemudian berdiri mengerjakan shalat.Demikianlah keteladanan yang baik itu memberikan pengaruh yang besar terhadap anak.

Dalam dunia pendidikan Anak (TPQ) ustadz maupun ustadzah mendapatkan tempat yang istimewa di hati para santri,mereka telah menganggap ustadz/ustadzah sebagi orang tua kedua bagi mereka,sehingga mereka akan selalu mengawasi dan mencontoh perilaku dari ustadz maupun ustadzahnya,untuk itu sebagai salah satu figur dari hendaknya para asatidzah senantiasa memberikan contoh perilaku yang baik bagi para santri santrinya.

Ustadz maupun ustadzah dituntut untuk mengimplementasikan perintah perintah Allah dan sunnah sunnah Rosulullah sebagai perilaku dan amalan sehari hari karena anak anak akan terus mengawasi dan meniru mereka setiap waktu.Sadar atau tidak kemampuan anak anak manerima itu sangat tinggi  diluar dugaan kita. Wallahu ‘alam    

Jumat, 23 Maret 2012

Informasi Kegiatan

HADIRI DAN IKUTILAH!!

Training Ustadz/Ustadzah TPQ"Menyongsong Kebangkitan Umat Melalui TPQ"

Pembicara:
1.Ust.Muh.Natsir,M.Pd(Trainer&Ka.TK Lazkam Ska)dgn materi"Membangun Spirit Pendidikan"
2.Ust.Sunari,S.Fil.I(Trainer TPQ&ex.Badko Kota Yogya)dgn materi"Metode Cepat Iqro Klasikal"

Waktu               :Ahad,25Maret2012Jam08.00s/d dzuhur.

Tempat             :Masjid Fadhlurrahman UMS(Kompleks Kampus1 UMS,Pabelan,Kts)

Kontribusi          :5rb/orang.

Fasilitas            :Buku Iqro' klasikal,mkalah,dan snack.

Pendaftaran Lewat SMS:
Untuk Utusan Lembaga TPQ=>Ketik:TPQ(spasi)Jumlah Peserta(spasi)Alamat.
Untuk Peserta Perorangan=>Ketik:Nama(spasi)Alamat.
Kirim SMS ke 085647151310.
~BADKO TPQ KARTASURA~















Selasa, 06 Maret 2012

Cintailah Ilmu...Wahai Anakku...!!!

Sunnguh aku telah lupa tentang ilmu yang aku pelajari ketika dewasa
Namun aku tidak lupa tentang apa yang aku pelajari ketika belia
Yang namanya ilmu adalah yang dipelajari ketika muda
Sedangkan kesabaran itu adalah menyabarkan diri ketika tua
Ilmu sesudah rambut beruban adalah tekanan
Ketika itu hati telah tumpul,begitu juga pendengaran dan pengelihatan
Sekiranya hati itu dibuka ketika masih muda
Maka ia akan melihat ilmu seperti mengukir diatas batu

Itulah sebait syair/sajak yang ditulis oleh Ibnu Abidin dalam kitab Hasyiyah-nya yang menggambarkan betapa pentingnya menuntut ilmu ketika masih muda.

Thabrani meriwayatkan  dari Abu Darda' bahwa Rosulullah bersabda,"Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu di waktu kecil adalah seperti memahat batu,sedangkan perumpamaan mempelajari ilmu ketika dewasa adalah seperti menulis diatas air."

Abu Hurairah meriwayatkan secara marfu',"Siapa yang mempelajari Al-Qur'an ketika masih muda,maka Al-Qur'an akan menyatu dengan daging dan darahnya.Dan siapa mempelajarinya ketika dewasa,sedangkan ilmu itu akan lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya,maka ia akan mendapat pahala dua kali." Diriwayatkan oleh Baihaqi,Dailami dan Hakim.
Para sahabat dan tabi'in serta para ahli hadist menegaskan bahwa belajar diwaktu kecil itu memberi pegaruh yang jauh lebih besar terhadap perkembangan keilmuan anak.Disamping itu juga lebih kuat dan lebih melekat di dalam ingatan.

Tak ketinggalan para sastrawan,para ahli hikmah dan para ulama seluruhnya memberi nasihat kepada kaum ayah untuk membimbing anak anak agar mencari ilmu dan pengetahuan sejak usia dini.
Ahmad Syauqi menyeru para pendidik umat dan para pembaharunya agar memberikan perhatian terhadap masalah pendidikan anak anak,karena dari merekalah akan lahir generasi yang akan melakukan suatu keajaiban dan membangunkan umat dari tidurnya.

Betapa banyak orang kecil yang diberi pengajaran oleh kaumnya
Akhirnya menjadi orang yang  mulia dan bisa melindungi orang banyak
Ia menjadi orang berguna dan kebanggan bagi kaumnya
Andaikan ia meninggalkan ilmunya,maka cacat dan aiblah baginya
Maka ajarilah generasimu sesuai yang kau mampu
Mudah mudahan ia menjadi generasi yang bisa melahirkan keajaiban.

Jika kecintaan terhadap ilmu dan kecintaan untuk menuntutnya itu telah benar benar  tertanam dalam jiwa dan pikiran anak,maka dengan sendirinya ia akan terus menuntutnya dengan segala kesulitan dan beban berat yang harus dipikulnya dalam rangka mencari ilmu.Ia juga akan rela tidak tidur malam untuk mendapatkan ilmu tanpa diperintah oleh kedua orang tuanya

Sabtu, 03 Maret 2012

Urgensi Mengajari Anak Berlaku Jujur

Perilaku jujur merupakan satu pilar penting diantara pilar pilar akhlak islam.Untuk memfokuskan dan meneguhkan hal ini jelas dibutuhkan kerja keras.Rosulullah sendiri memberikan perhatian untuk menanamka perangai ini pada diri anak.Beliau juga memberikan pengarahan kepada orang tua agar membiasakan diri berperilaku jujur.Ini dengan maksud agar mereka tidak terperosok kedalam ketidakjujuran yang tercela itu,lalu berbuat bohong kepada anak yang pada akhirnya akan ditiru si anak tersebut.

Belaiu juga menempatkan kaidah umum bahwa anak juga manusia yang mempunyai hak hak dalam bermuamalah kemanusiaan.Kedua orang tua tidak dibenarkan untuk berbohong  atau menipu anak dengan cara apapun dan mengabaikan muamalah dengannya.

Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwa ia berkata,"Ibuku memanggilku pada suatu hari,ketika itu Rosulullah sedang duduk bersama kami dirumah kami.Ibuku berkata,"Kemarilah,aku akan memberimu sesuatu."
Rosulullah kemudian bertanya."Apa yang hendak kamu berikan kepadanya? Ia menjawab "Aku hendak memberinya kurman".Beliau bersabda,"Jika ternyata engkau tidak memberikan sesuatu kepadanya,maka engkau menanggung dosa dusta.Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rosulullah bersabda,"Siapa saja yang berkata kepada anaknya "kemarilah,aku beri sesuatu,namun ternyata ia tidak memberinya,maka ia telah ditulis sebagai pendusta".

Demikian besar perhatian Rosulullah terhadap perilaku jujur,maka sudah sepantasnya sebagai orang tua ataupun pengajar(Ustadz/Ustadzah) yang menjadi panutan bagi anak anak untuk senatiasa berbuat dan berlaku jujur dalam segala hal dan kondisi.

Selasa, 28 Februari 2012

Membimbing Anak Sesuai dengan Kecondongan Ilmiahnya

Diriwayatkan oleh Abu Ya'la,Ibnu Asakir dan Abu Dawud dari Zaid bahwa ia berkata,"Rosulullah pernah berkata kepadaku,"Apakah kamu menguasai bahasa suryani? sebab ada beberapa surat yang datang kepadaku dengan bahasa tersebut?.Aku menjawab "Tidak".Beliau bersabda "Kalau begitu pelajarilah".Akupun akhirnya mempelajarinya selama tujuh belas hari."


Riwayat tersebut menceritakan bagaimana Zaid belajar bahasa suryani.Para sahabat sendirilah yang memilihnya kemudian mengajukannya kepada Rosulullah.Mereka sengaja mencalonkannya karena mereka tahu tentang bakat dan kemapuan Zaid dan kecenderungannya kepada masalah bahasa sehingga mampu mewujudkan apa yang diinginkan oleh Rosulullah didalam mempelajari bahasa suryani
.
Ini merupakan bukti dan petunjuk bahwa dalam mengarahkan anak adalah sesuai dengan kecenderungan ilmiahnya dan juga keinginan keinginan kejiwaannya.Sebab,dengan demikian anak lebih bisa menekuni dengan dorongan dari diri sendiri dan juga akan bisa menjadi ahli dan lebih hebat dari yang lain.

Hal ini ditegaskan juga oleh ulama salaf.Ibnu Sina berpendapat "Tidak setiap bidang ilmu atau ketrampilan yang dipelajari oleh anak bisa dikuasai dengan baik.Namun,seyogyanya ia menekuni bidang ilmu yang sesuai dengan karakter dan kecenderungannya."

Ketika Imam Bukhari di masa masa awal beliau ingin mempelajari dan mendalami ilmu fiqih,maka Muhammad bin Hasan berkata kepadanya,"Sekarang pergilah dan tekunilah ilmu hadist!".Hal ini dikatakan oleh Muhammad bin Hasan kepada Bukhari karena ia melihat bahwa Bukhari lebih cocok dalam bidang ini mengingat kemampuannya dalam bidang ini.Bukhari mematuhi sarannya dan akhirnya terbukti menjadi tokohahli hadist dan bahkan menjadi imam para ahli hadist

Selasa, 29 November 2011

Wisuda Bersama TPQ Se Sukoharjo

Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur'an (BADKO TPQ ) kabupaten Sukoharjo pada hari Ahad 27 November 2011,mengadakan wisuda bersama yang diadakan di pendopo Graha Satya Praja (Pendopo Kabupaten Sukoharjo).Acara ini di selenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap santri santri TPQ yang telah menyelesaikan pembelajaran Iqro' sampai pada jilid 6 dan mampu membaca Al Qur'an,sebagai mana yang disampaikan oleh ketua panitia yang juga merupakan ketua BADKO kab Sukoharjo Hasman Budiadi,Beliau juga menyampaikan dalam laporannya bahwa acara ini diikuti oleh 6000 santri TPQ dari  12 kecamatan yang ada di kabupaten sukoharjo.
12 Bendera Badko simbol 12 kecamatan
Wisudawan/wisudawati kec Kartasura






Minggu, 30 Oktober 2011

Badko TPQ Kartasura adakan Training Takhsin Al qur'an

Training Takhsin Al qur'an
Dalam rangka memberi bekal bagi ustadz dan ustadzah TPQ se kartasura dalam hal pengajaran membaca Al Qur’an yang sesuai dengan kaidah kiadah ilmu tajwid,Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an Kec kartasura mengadakan pelatihan atau training Takhsin Al Qur’an dan pengajaran Iqra’ yang dilaksanakan pada hari ahad 30 oktober 2011 bertempat di Balai desa kelurahan Pabelan kec kartasuraAcara ini di buka oleh kepala KUA kec kartasura yang diwakili oleh Ibu Warist Luqmanul Hakimah S.Ag. dan diikuti oleh 85 peserta dari perwakilan TPQ se kecamatan kartasura Dalam sambutannya ketua badko mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekedar training satu hari saja tetapi akan menjadi sebuah diklat secara intensif yang akan dilaksanakan selama satu semester(6 Bulan)dengan frekwensi waktu 1 kali pertemuan setiap pekannya.(Galeri Foto)Klik disini
Sambutan KUA Kec Kartasura

Kamis, 20 Oktober 2011


Badan Koordinasi Taman Pendidkan Al Qur’an Kec Kartasura akan mengadakan Training Tahsin Qur’an yang akan diselenggarakan pada:
Hari/ Tanggal    : Ahad / 30 Oktober 2011
Tempat : Balai Desa Pabelan ( sebelah barat carrefour Pabelan )
Waktu              : 08:00 s/d selesai
Pembicara        Ust Choirul Anam


Jumat, 05 Agustus 2011

Keutamaan Menuntut Ilmu

Ayat yang pertama diturunkan oleh Allah ta’ala kepada Rosulullah sebagai pembuka risalah kenabian adalah surat Al Alaq ayat 1 -5,ayat ini dibuka dengan kata Iqra’ yang artinya bacalah.Artinya pada ayar yang pertama ini memberi perintah kepada Rosulullaah dan sekaligus pada umatnya bahwa kewajiban yang pertama dan utama yang harus dilakukan bagi seorang mukmin adalah belajar atau menuntut ilmu terutama ilmu yang berkaitan dengan Agama atau dien.
Begitu pentingnya menuutut ilmu ini hingga Allah ta’ala memberikan keutamaan keutamaan bagi orang yang terlibat dalam proses menunutut ilmu baik yang belajar maupun yang mengajarkannya diantara keutaman itu antara lain


1.Allah ta’ala akan mengangkat atau meninggikan derajat orang yang berilmu 

niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS Al Mujadilah:11)

Dalam hadist yaang diriwayatkan oleh ibnu majah dan ibnu hibban rosulullah bersabda

“Keutamaan ahli ilmu dibandingkan dengan ahli ibadah seperti perumpamaan bulan purnama dengan bintang bintang disekelilingnya”(HR Ibnu majah & Ibnu Hibban)

Kedudukan yang mulia bagi ahli ilmu ini tidak hanya diberikan pada golongan manusia saja tetapi pada semua mahluk ciptaan Allah termasuk kepada binatang sekalipun.
Seekor anjing yang telah dilatih atau dipersiapkan untuk membantu berburu maka hewan tangkapannya pun menjadi halal,berbeda dengan anjing yang liar yang tidak dilatih untuk berburu maka apapun yang menjadi tangkapannya hukumnya haram untuk dimakan

2.Dimudahkan Jalan menuju surga

Rosulullah bersabda
“Barang siapa yang melakukan perjalanan untuk menuntut ulmu maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga”(HR Muslim)
Dalam riwayat yang lain rosulullah bersabda
“Barang siapa yang didatangi kematian pada saat ia sedang menuntut ilmu ,yang dengan ilmu itu dia hendak menhidupkan islam,maka antara dirinya dan para nabi(hanya) ada satu derajat di surga”(HR Ath-Thabarani & Ad-Darimi)

3.Akan di doakan semua mahluk di muka bumi
“Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya ,penghuni langit dan bumi,bahkan semut didalam sarangnya termasuk pula ikan paus benar benar bersholawat kepada orang orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia “(HR At Tirmidzi)


Senin, 20 Juni 2011

BADKO TPQ KARTASURA GELAR OUTBOND TPQ


Dalam rangka mengisi liburan sekolah tahun ajaran 2010/2011 Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an (BADKO TPQ) kecamatan Kartasura mengadakan acara OUTBOND santri TPQ se kecamatan kartasura yang dilaksanakan pada hari Ahad 19 Juni 2011 yang bertempat di lapangan desa Ngemplak kecamatan kartasua.
Acara ini diikuti oleh 500 santri dari 24 TPQ se kecamatan kartasura.Dan dibuka langsung oleh ketua BADKO TPQ KARTASURA Ust Norman Maulidan
Tujuan di adakannya acara ini sebagaimana disampaikan oleh ketua panitia Ust Wahid adalah selain untuk mengisi liburan juga bertujauan untuk menanamkan nilai nilai islam pada santri melalui berbagai macam permainan yang dilaksanakan di antaranya nilai kerja sama tim,nilai ukhuwah islamiyah dll


REKAPITULASI NILAI
OUTBOND TPQ SE KARTASURA
BADKO TPQ KARTASURA
PUTRA
No Nama TPQ
1 TPQ Jami'__________________ 340
2 TPQ Al Hidayah Ngadirejo___ 290
3 TPQ Muhtadin_______________ 270
4 TPQ Barokah_______________ 270
5 TPQ Ar Rohim________________ 260
6 TPQ Amanah_________________ 250
7 TPQ Al Baroyah_____________ 248
8 TPQ Al Hilal________________ 240
9 TPQ Al Kautsar_____________ 227
10 TPQ Syuhada________________ 225
11 TPQ Al Hidayah____________ 220
12 TPQ Al Ikhlas______________ 210
13 TPQ Al Ishlah______________ 210
14 TPQ Intan Permata__________ 200
15 TPQ Al Hidayah Windan____ 195
16 TPQ Abu Bakar Ash Shidiq___ 185
17 TPQ Al Fadhilah___________ 165
18 TPQ Istijabah_____________ 160
19 TPQ Madinatul Ilmi________ 145
20 TPQ At Taqwa______________ 140
21 TPQ Al Huda_______________ 128
22 TPA Madir Mujahidin________ 125
23 TPQ Nurul Huda_____________ 80
24 TPQ Syuhada________________ 50





PUTRI
No Nama TPQ
1 TPQ Barokah ______ 300
2 TPQ Ar Rohim ______ 270
3 TPQ Al Hilal ______ 270
4 TPQ Amanah ______ 267
5 TPQ Al Hidayah Windan ______ 256
6 TPQ Al Kautsar ______ 237
7 TPQ Al Fadhilah ______ 235
8 TPQ Al Ishlah ______ 222
9 TPQ Abu Bakar Ash Shidiq ______ 220
10 TPQ Al Baroyah ______ 220
11 TPQ At Taqwa ______ 206
12 TPQ Intan Permata ______ 206
13 TPA Madir Mujahidin ______ 198
14 TPQ Jami' ______ 189
15 TPQ Al Hidayah Ngadirejo ______ 188
16 TPQ Syuhada ______ 180
17 TPQ Muhtadin ______ 175
18 TPQ Istijabah ______ 160
20 TPQ Madinatul Ilmi ______ 158
21 TPQ Al Huda ______ 158
22 TPQ Nurul Huda ______ 155
23 TPQ Syuhada ______ 154
24 TPQ Al Hidayah ______ 140

Kartasura,19 Juni 2011

Sabtu, 10 April 2010

5 Kewajiban dasar seorang muslim terhadap islam


Sebelum seorang muslim terkena kewajiban yang lain dalam islam seperti sholat puasa dll ia mempunyai kewajiban yang lebih utama yang harus dia dahulukan yaitu:

Meyakini
Seorang muslim terlebih dahulu harus meyakini bahwa islam adalah merupakan satu satunya agama yang diridhoi dan haq disisi Allah,karena itu merupakan pondasi atau dasar dalam agama islam.


Mengilmui

Setelah sorang muslim meyakini bahwa islam adalah agama yang haq disisi Allah dia punya kewajiban untuk mencari ilmu tentang agama islam itu.


“Menuntut ilmu itu wajib bagi muslimin dan muslimat”(Hadist)

Dalam islam ilmu itu di bagi menjadi 2 macam:
a.Wajib ‘Ain artinya harus dikuasai oleh setiap muslim yaitu ilmu Al Qur’an dan hadist
b.Ilmu keutamaan yang bisa di pelajari oleh sekelompok orang saja yaitu ilmu dunia atau IPTEK

Mengamalkan

Setelah seprang muslim mengetahui tentang syariat islam dia harus berusaha unutk mengamalkan apa yang telah dia ketahui semampunya.

Dalam mengamalkan ajaran islam ada dua prinsip dasar yang harus di fahami yaitu:
a.Berkaitan dengan perintah maka dilakukan sesuai dengan kemapuan yang dimiliki dengan catatan harus dengan mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin.
b.Berkaitan dengan larangan maka harus di tinggalkan secara mutlak.

Mendakwahkan

Kewajiban selanjutnya adalah berusaha untuk mengajak orang lain atau mendakwahkan agama islam ini kepada orang lain.
Tahapan tahapan dakwah:
1.Dakwah pada diri sendiri (Syahsiyah islamiyah)
2.Dakwah pada keluarga (Usrah islamiyah)
3.Dakwah pada masyarakat

Sabar

Dalam menjalankan semua kewajiban itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, penuh dengan tantangan dan cobaan maka di butuhkan kesabaran.
Ibarat sebuah pohon semakin tinggi maka semakin besar terpaan anginnya.



ARTI PENTING PENDIDIKAN ISLAM(TARBIYAH ISLAMIYAH)

1.Agar bisa masuk islam secara kaffah

Allah mewajibkan pada setiap muslim untuk masuk islam secara kaffah atau keseluruhan tidak setengah setengah atau pilih pilih yang sesuai dengan dirinya ia amalkan tetapi ynag tidak sesuai dengan nafsunya ia tidak menerimanya.
Ibarat seseorang yang masuk ke sebuah rumah jika ia tidak mau masuk kedalam atau cuna berdiri di depan pintu saja tentu saja ia tetap akan kehujanan jika terjadi hujan.jika ada bahaya di juga tidak akan terlindungi.



2.Kewajiban dalam agama islam

Pendidikan atau menuntut ilmu dalam islam itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.



3.Sebagai bekal dakwah

Tidak bisa dipungkiri,ketika seseorang hendak mengajak kepada sesuatu maka ia harus punya pengetahuan yang cukup terhadap sesuatu yang dia tawarkan,begitu pula ketika seseorang mengajak pada islam maka ia juga harus punya pengetahuan yang cukup tentang islam itu sendiri,sehingga pendidikan islam menjadi sangat penting bagi orang yang hendak berdakwah sehingga ia mempunyai bekal yang cukup unutk berdakwah

AL IMAN

Arti penting iman
1.Agar manusia tidak merugi


2.Agar manusia tetap mulia





3.Lebih berharga dari emas sepenuh bumi
4.Syarat diterimanya amal

Unsur Unsur Iman
1.Diucapkan dengan lisan
2.Diyakini dengan Hati
3.Diamalkan dengan anggota badan

Sifat sifat iman
- Iman tidak stabil ( Naik-Turun )
- Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat
- Iman dan maksiat tidak dapat bersatu
- Iman mempunyai banyak aspek atau cabang (72 Cabang Iman )
- Iman pasti ada ujiannya



Tututtan Iman

- Mensintai Allah dan Rosulnya lebih dari segala sesuatu,urutan cinta; ALLAH  Rosul  Jihad  Orang Tua
- Mendengar dan taat

Ta’liful Qulub


Islam dibangun di atas pondasi aqidah yang kuat dengan struktur bangunan jama’ah yang solid dengan perekat ukhuwah,dan ukhuwah dirajut dengan ta’liful qulub,sebab awal ikatan adalah ikatan hati,perasaan ,pemikiran dan kemudian ikatan tandzim dan kerja.Runtutan tersebut menunjukan bahwa ta’liful qulub adalah awal membangun kerja dalam membangun jama’ah dan menjaga ta’liful qulub merupakan penjagaan terhadap keutuhan dan kesolidan jama’ah.Hal ini sangat nampak dalam ayat ukhuwah ini:


Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara (ali Imran 103)

Ada Hal yang cukup menarik di cermati bahwa ta’liful qulub pada hakekatnya tidak ada yang bisa melakukan kecuali Allah Azza wa jalla,sampai rosulullah pun tidak bisa melakukannya sebagaimana Allah katakan:
"dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)[622]. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana." (Al Anfal: 63 )


Yang Jadi pertanyaan,kalau Allah saja yang menyatukan hati kita,maka kapan dan bagaimana Allah memperlakukan hati kita.Sebab Allah tidak akan melakukan perubahan kondisi hati kita kecuali kita mau melakukan apa yang mungkin bisa kita lakukan.Dan berikut apa yang menjadi penyebab Allah menyatukan hati Kita :

 Pertama : Membangun Wala’ terhadap Allah dan Islam
Cinta Dan loyal terhadap Allah merupakan penyebab terbesar ta’liful qulub,Hal itu dikarenakan cinta kepada Allah dibuktikan dengan cinta terhadap hamba hambanya yang Shalih,sehingga ketinggian iman sese orang di ukur seberapa jauh kedekatan seseorang dengan kaum muslimin
 Kedua : Kelembutan hati dan sikap mema’afkan

Setiap orang akan merasa senang jika dihadapi dengan kelembutan dan dimaafkan kesalahannya.dan ini akan menghasilkan Kedekatan Hati,sebagaimana yang di isyaratkan Allah dalam Ayat:

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu (Ali Imran 159)

 Ketiga : Meyamakan Fikroh,Persepsi Dan Mencari titik temu,Serta berusaha menghormati perbedaan yang bersifat tidak prinsipil

Ini Sesuai dengan kaidah yang disampaikan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna:
Kita Bekerja Sama Dalam Hal Hal Yang Kita Sepakati Dan Saling Memaklumi Yang Kita Berbeda Pendapatnya.
Mencari titik Persamaan adalah penyebab yang sangat efektif untuk kedekatan hati,dalam kaidah social dikatakan :
“Banyak persamaan melahirkan cinta”
Maka sering kita dapati orang tua yang mencintai anak yang mirip dengan anaknya.Rosulullah melarang kita untuk menyerupai kaum kafir Yahudi dan Nasrani dalam rangka menutup jalan agar kita tidak cinta kepada mereka,dalam hadist dikatakan:
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka termasuk dari golongan mereka”

 Keempat : Berbuat Baik,Memberikan Hadiah.Berziarah,memberikan Salam,Penghargaan Dengan Pujian

Dalam pepatah dikatakan:
Berbuat baiklah kepada orang,niscaya engkau rengkuh hati mereka”
Allah berfirman:
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia (Fushilat:34)
Rosulullah Bersabda:
“Berilah Hadiah kalian pasti akan saling mencintai”

 Kelima: Berdoa
Dan ini yang banyak dilupakan orang,maka banyak orang yang keras hatinya tiba tiba berubah menjadi lembut di sebabkan doa yang dilantunkan di malam hari,kita masih ingat kisah islamnya beberapa para sahabat sebab doa rosulullah buat mereka.