Mengakhiri program kerja tahun 2012 dan sekaligus mengawali program kerja tahun 2013, dipenghujung tahun 2012 atau tepatnya pada hari ahad 30 desember 2012, BADKO TPQ KARTASURA kembali menggelar acara silaturahmi dan perlombaan antar TPQ yang dikemas dalam sebuah acara "OUTBOND TPQ KARTASURA". Selain sebagai media adu kompetensi dari masing masing TPQ, acara ini dimaksudkan juga sebagai media menjalin ukhuwah antar santri TPQ maupun para pengasuh atau pengajarnya sebagaimana tema yang diangkat dalam acara ini adalah "Pererat Ukhuwah,Wujudkan Generasi Qur'ani".
Outbond TPQ kali ini mengambil setting tempat di sekitar desa gumpang kecamatan kartasura, lebih dari 550 santri mengikuti serangkaian games atau permainan yang terbagi menjadi 5 tempat atau 5 pos dengan masing masing titik penekanan antara lain kerjasama, kecerdasan, ketangkasan, pengorbanan.Nilai nilai itulah yang ingin ditanamkam kepada para santri dalam acara outbond kali ini.
Dengan penuh semangat para santri mengikuti serangkaian acara yang berlangsung dari mulai pukul 07:30 sampai dhuhur, yang disusul dengan pengumuman juara juara outbond baik putra maupun putri,ditengah guyuran hujan yang begitu lebat yang mengiringi saat saat pengumuman juara, para santri tetap semangat menantikan dan berharap mereka yang menjadi peserta terbaik(JUara) outbond kali ini.
Dari hasil rekap nilai yang dikumpulkan dimasing masing pos akhirnya 6 TPQ dinobatkan menjadi peserta terbaik.
Juara 1 putra : TPQ Al Muttaqin Gumpang
Juara 2 putra : TPQ Amanah Gonilan
Juara 3 Putra : TPQ Al Baroyah Singopuran
Juara 1 Putri : TPQ Mardhotillah Ngadirejo
Juara 2 Putri : TPQ Darul Hikmah Pabelan
Juara 3 Putri : TPQ At Taqwa Ngadirejo
(untuk melihat rekapitulasi nilai bisa di download disini)
Senin, 31 Desember 2012
Sabtu, 08 Desember 2012
Waktuku, Waktumu, Waktu Kita
Tidak
ada yang lebih berharga dalam kehidupan ini setelah iman selain “waktu”. Waktu
adalah benda yang paling berharga dalam kehidupan seorang muslim. Ia tidak
dapat ditukar oleh apapun. Waktu dalam islam adalah “kehidupan”, al-waqtu huwa al-hayah, demikian kata
As-Syahid Hasan Al-Banna. Demikian pula uswah kita Rasulullah SAW adalah
seorang yang sangat disiplin mengelola waktu. Keseharian beliau yang sangat
“padat acara” lantas tidak membuat semuanya menjadi terbengkalai. Sebaliknya,
semua berjalan baik. Itulah keunggulan Rasulullah SAW mengelola waktu dalam
memegang kendali pemerintahan, pendakwah, kepala rumah tangga, suami dari
istrinya, bapak bagi anak-anaknya, panglima perang, pengusaha, guru, imam
masjid, tempat mengadu dan mengeluhkan permasalahan dan sebagainya......
Dapatkan ulasan selengkapnya di Majalah Bunayya edisi ke 4,
Pemesanan Hub Hartanto 085742344392
Selasa, 09 Oktober 2012
Juara LOTISAN
Daftar Juara 1-3 dalam acara LOTISAN 2012 Se Solo Raya, yang diselenggarakan oleh LKG TPQ Solo Raya bekerjasama dengan EO Netral dan Badko TPQ Kartosuro
Rabu, 05 September 2012
Selasa, 21 Agustus 2012
Salah Memaknai Idul Fitri

Muhasabah Bulan Syawal 2
Kalau Sudah Bersih, Kenapa Dikotori Lagi?...
Jika Ramadhan sudah pergi meninggalkan kita, maka ia telah menyampaikan berbagai pelajaran dan peringatan kepada hati orang-orang yang beriman. Bulan suci yang merupakan bongkahan dari usia kita, juga akan habis sebagaimana usia kita habis. Disaat-saat seperti itu akan ada banyak kaum yang menyesal, padahal bukan lagi w
TPQ Madinatul 'Ilmi Ngemplak Kartasura
Jika Ramadhan sudah pergi meninggalkan kita, maka ia telah menyampaikan berbagai pelajaran dan peringatan kepada hati orang-orang yang beriman. Bulan suci yang merupakan bongkahan dari usia kita, juga akan habis sebagaimana usia kita habis. Disaat-saat seperti itu akan ada banyak kaum yang menyesal, padahal bukan lagi w
aktunya untuk menyesal. Orang-orang yang berbahagia diakhir ramadhan atau diakhir usia adalah orang-orang yang mendapat ridha Allah.
Muhasabah Bulan Syawal
Salah satu indikator ketidakberhasilan ibadah ramadhan bisa kita lihat ketika kita masuk dibulan syawal ketika kita merayakan idul fitri yang oleh kebanyakan orang dinamakan dengan hari kemenangan,kemenangan karena kita telah bisa mengalahkan hawa nafsu kita,kemenangan karena kita telah memaksa diri kita untuk ta'at beribadah kepada Allah melalui serangkaian amalan amalan ramadhan yang merupakan madrasah tarbiyah bagi kaum muslimin.Ketika merayakan hari kemenangan kebanyakan kaum muslimin terbuai dengan
Minggu, 19 Agustus 2012
Minggu, 08 Juli 2012
AL-QUR’AN RUH KEBANGKITAN UMMAT

Sabtu, 07 Juli 2012
BADKO KARTASURA ADAKAN JAMBORE
Jambore Anak Islam Kartasura 2012 atau yang lebih gampangnya disebut dengan JAISKA 2012, itulah nama yang dilabelkan pada kegiatan yang diadakan oleh BADKO TPQ Kartasura pada musim liburan sekolah tahun 2012.Kegiatan ini meliputi acara perkemahan dan beberapa perlombaan untuk sarana uji kemampuan dari santri santri TPQ.
"Selain sebagai ajang silaturahmi bagi TPQ se kecamatan kartasura acara ini juga bertujuan sebagai sarana pendidikan kemandirian dan kedisiplinan sekaligus dalam rangka menyongsong datangnya bulan suci ramadhan" tutur ust Nugroho Raharjo ketika beliau memberi sambutan dalam acara pembukaan yang dilaksanakan pada hari sabtu 30 juni 2012.
Hadir dalam kesempatan itu pula perwakilan dari camat kartasura yang sekaligus beliau secara resmi membuka acara jambore yang dilaksanakan selam 2 hari mulai tanggal 30 juni 2012 sampai 1 juli 2012,dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap kegiatan jambore pada khususnya dan keberadaan TPQ pada umumnya karena keberadaan TPQ bisa menjadi benteng bagi anak anak dari pengaruh budaya asing yang kurang mendidik.
Acara jambore di ikuti oleh 474 santri yang berasal dari 29 TPQ di lingkup kecamatan kartasura yang memperebutkan piala bergilir dari kecamatan kartasura dan KUA kecamatan kartasura.
Beberpa lomba yang dilaksanakan pada jambore tersebut antara lain
Jumat, 08 Juni 2012
Informasi JAISKA
Dalam rangka mengisi liburan sekolah tahun ajaran 2011/2012 Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur'an (BADKO TPQ) Kecamatan kartasura akan mengadakan jambore anak islam kartasura atau yang biasa disebut dengan JAISKA.
Jambore ini merupakan jambore yang kedua yang diadakan oelh BADKO TPQ Kartasura setelah sebelumnya pada tahun 2010 pernah diadakan acara yang sama.Jaiska merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh ormas islam di kartasura yang diawali oleh Pemuda Muhammadiyah & Nasyaitul Aisyiyah (NA),kemudian diteruskan oleh Forum Komunikasi Ustadz/ustadzah Kartasura (FOKUS TPQ) dan untuk masa sekarang dilimpahkan ke BADKO TPQ KARTASURA.
Acara ini berupa perkemahan santri santri TPQ selama 2 hari mulai tanggal 30 juni sampai 1 juli 2012 yang didalamnya diadakan berbagai macam kegiatan lomba dan acara acara untuk merekatkan ukhuwah antar santri TPQ.
Kegiatan JAISKA tahun ini mengambil tema "Perkuat Ukhuwah Menyongsong Berkah Ramadhan" dengan maksud dengan mempererat ukhuwah akan terwujud suasana yang konduksif untuk memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan sehingga kita bisa meraih berkah ramadahan dan mendapatkan kemenangan dalam ibadah puasa.
Selasa, 29 Mei 2012
Mendidik Dengan Keteladanan
Keteladanan yang baik memberikan pengaruh yang besar terhadap jiwa anak,anak banyak meniru kedua orang tuanya,bahkan bisa membentuk karakter anak.Dalam hadist yang sangat populer disebutkan,..."kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai yahudi,majusi atau nasrani." Rosulullah sendiri mendorong kedua orang tua agar menjadi teladan yang baik bagi anak anak mereka terutama berkenaan dengan akhlak kejujuran didalam bergaul dengan anak anak.
![]() |
Anak Ibarat cermin bagi diri kita |
Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Amir bahwa ia berkata,"Pada suatu hari ibuku memanggilku,sementara itu Rosulullah sedang duduk dirumah kami.Ibuku berkata,"Kemarilah ,kuberi sesuatu."Rosulullah kemudian bertanya,"Apa yang hendak engkau berikan?".Ibuku menjawab,"Aku ingin memberinya kurma.”Kemudian beliau
bersabda,”Jika engkau tidak memberinya sesuatu,maka engkau dicatat sebagai
orang yang berdusta.”
Anak anak akan
selalu mengawasi dan memperhatikan perilaku orang dewasa baik itu orang tuanya
maupun orang dewasa disekitarnya termasuk para pendidk mereka (Ustadz/Ustadzah),Mereka
akan mencontoh orang orang itu,jika anak anak mendapati mereka jujur maka
mereka akan tumbuh diatas
kejujuran.Demikian pula sebaliknya.
Adalah Ibnu Abbas
ketika menyaksikan Rosulullah yang sedang melaksanakan shalat malam
dihadapannya,maka ia bergegas untuk mengikuti beliau.Imam Bukhari meriwayatkan
dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata,”Aku pernah menginap dirumah bibiku,
Maimunah,pada suatu malam,Lalu Nabi bangun malam,Beliau bangun kemudian
berwudhu,selanjutnya mengerjakan shalat.Akupun kemudian turut mengambil wudhu
seperti yang dilakukan beliau kemudian aku berdiri ikut mengerjakan disamping
kiri beliau,kenudian beliau memindahkanku disebelah kanan beliau kemudian
mengerjakan shalat.”
Ibnu Abbas (yang
waktu itu masih kecil) mengambil air wudhu seperti yang ai lihat dari
Rosulullah,kemudian berdiri mengerjakan shalat.Demikianlah keteladanan yang
baik itu memberikan pengaruh yang besar terhadap anak.
Dalam dunia
pendidikan Anak (TPQ) ustadz maupun ustadzah mendapatkan tempat yang istimewa
di hati para santri,mereka telah menganggap ustadz/ustadzah sebagi orang tua
kedua bagi mereka,sehingga mereka akan selalu mengawasi dan mencontoh perilaku
dari ustadz maupun ustadzahnya,untuk itu sebagai salah satu figur dari
hendaknya para asatidzah senantiasa memberikan contoh perilaku yang baik bagi
para santri santrinya.
Ustadz maupun
ustadzah dituntut untuk mengimplementasikan perintah perintah Allah dan sunnah
sunnah Rosulullah sebagai perilaku dan amalan sehari hari karena anak anak akan
terus mengawasi dan meniru mereka setiap waktu.Sadar atau tidak kemampuan anak
anak manerima itu sangat tinggi diluar
dugaan kita. Wallahu ‘alam
Jumat, 23 Maret 2012
Informasi Kegiatan
HADIRI DAN IKUTILAH!!
Training Ustadz/Ustadzah TPQ"Menyongsong Kebangkitan Umat Melalui TPQ"
Pembicara:
1.Ust.Muh.Natsir,M.Pd(Trainer&Ka.TK Lazkam Ska)dgn materi"Membangun Spirit Pendidikan"
2.Ust.Sunari,S.Fil.I(Trainer TPQ&ex.Badko Kota Yogya)dgn materi"Metode Cepat Iqro Klasikal"
Waktu :Ahad,25Maret2012Jam08.00s/d dzuhur.
Kontribusi :5rb/orang.
Fasilitas :Buku Iqro' klasikal,mkalah,dan snack.
Pendaftaran Lewat SMS:
Untuk Utusan Lembaga TPQ=>Ketik:TPQ(spasi)Jumlah Peserta(spasi)Alamat.
Untuk Peserta Perorangan=>Ketik:Nama(spasi)Alamat.
Kirim SMS ke 085647151310.
~BADKO TPQ KARTASURA~
Training Ustadz/Ustadzah TPQ"Menyongsong Kebangkitan Umat Melalui TPQ"
Pembicara:
1.Ust.Muh.Natsir,M.Pd(Trainer&Ka.TK Lazkam Ska)dgn materi"Membangun Spirit Pendidikan"
2.Ust.Sunari,S.Fil.I(Trainer TPQ&ex.Badko Kota Yogya)dgn materi"Metode Cepat Iqro Klasikal"
Waktu :Ahad,25Maret2012Jam08.00s/d dzuhur.
Tempat :Masjid Fadhlurrahman UMS(Kompleks Kampus1 UMS,Pabelan,Kts)
Kontribusi :5rb/orang.
Fasilitas :Buku Iqro' klasikal,mkalah,dan snack.
Pendaftaran Lewat SMS:
Untuk Utusan Lembaga TPQ=>Ketik:TPQ(spasi)Jumlah Peserta(spasi)Alamat.
Untuk Peserta Perorangan=>Ketik:Nama(spasi)Alamat.
Kirim SMS ke 085647151310.
~BADKO TPQ KARTASURA~
Selasa, 06 Maret 2012
Cintailah Ilmu...Wahai Anakku...!!!
Sunnguh aku telah lupa tentang ilmu yang aku pelajari ketika dewasa
Yang namanya ilmu adalah yang dipelajari ketika muda
Sedangkan kesabaran itu adalah menyabarkan diri ketika tua
Ilmu sesudah rambut beruban adalah tekanan
Ketika itu hati telah tumpul,begitu juga pendengaran dan pengelihatan
Sekiranya hati itu dibuka ketika masih muda
Maka ia akan melihat ilmu seperti mengukir diatas batu
Itulah sebait syair/sajak yang ditulis oleh Ibnu Abidin dalam kitab Hasyiyah-nya yang menggambarkan betapa pentingnya menuntut ilmu ketika masih muda.
Thabrani meriwayatkan dari Abu Darda' bahwa Rosulullah bersabda,"Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu di waktu kecil adalah seperti memahat batu,sedangkan perumpamaan mempelajari ilmu ketika dewasa adalah seperti menulis diatas air."
Abu Hurairah meriwayatkan secara marfu',"Siapa yang mempelajari Al-Qur'an ketika masih muda,maka Al-Qur'an akan menyatu dengan daging dan darahnya.Dan siapa mempelajarinya ketika dewasa,sedangkan ilmu itu akan lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya,maka ia akan mendapat pahala dua kali." Diriwayatkan oleh Baihaqi,Dailami dan Hakim.
Para sahabat dan tabi'in serta para ahli hadist menegaskan bahwa belajar diwaktu kecil itu memberi pegaruh yang jauh lebih besar terhadap perkembangan keilmuan anak.Disamping itu juga lebih kuat dan lebih melekat di dalam ingatan.
Tak ketinggalan para sastrawan,para ahli hikmah dan para ulama seluruhnya memberi nasihat kepada kaum ayah untuk membimbing anak anak agar mencari ilmu dan pengetahuan sejak usia dini.
Ahmad Syauqi menyeru para pendidik umat dan para pembaharunya agar memberikan perhatian terhadap masalah pendidikan anak anak,karena dari merekalah akan lahir generasi yang akan melakukan suatu keajaiban dan membangunkan umat dari tidurnya.
Betapa banyak orang kecil yang diberi pengajaran oleh kaumnya
Akhirnya menjadi orang yang mulia dan bisa melindungi orang banyak
Ia menjadi orang berguna dan kebanggan bagi kaumnya
Andaikan ia meninggalkan ilmunya,maka cacat dan aiblah baginya
Maka ajarilah generasimu sesuai yang kau mampu
Mudah mudahan ia menjadi generasi yang bisa melahirkan keajaiban.
Jika kecintaan terhadap ilmu dan kecintaan untuk menuntutnya itu telah benar benar tertanam dalam jiwa dan pikiran anak,maka dengan sendirinya ia akan terus menuntutnya dengan segala kesulitan dan beban berat yang harus dipikulnya dalam rangka mencari ilmu.Ia juga akan rela tidak tidur malam untuk mendapatkan ilmu tanpa diperintah oleh kedua orang tuanya
Sabtu, 03 Maret 2012
Urgensi Mengajari Anak Berlaku Jujur

Belaiu juga menempatkan kaidah umum bahwa anak juga manusia yang mempunyai hak hak dalam bermuamalah kemanusiaan.Kedua orang tua tidak dibenarkan untuk berbohong atau menipu anak dengan cara apapun dan mengabaikan muamalah dengannya.
Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwa ia berkata,"Ibuku memanggilku pada suatu hari,ketika itu Rosulullah sedang duduk bersama kami dirumah kami.Ibuku berkata,"Kemarilah,aku akan memberimu sesuatu."
Rosulullah kemudian bertanya."Apa yang hendak kamu berikan kepadanya? Ia menjawab "Aku hendak memberinya kurman".Beliau bersabda,"Jika ternyata engkau tidak memberikan sesuatu kepadanya,maka engkau menanggung dosa dusta.Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rosulullah bersabda,"Siapa saja yang berkata kepada anaknya "kemarilah,aku beri sesuatu,namun ternyata ia tidak memberinya,maka ia telah ditulis sebagai pendusta".
Demikian besar perhatian Rosulullah terhadap perilaku jujur,maka sudah sepantasnya sebagai orang tua ataupun pengajar(Ustadz/Ustadzah) yang menjadi panutan bagi anak anak untuk senatiasa berbuat dan berlaku jujur dalam segala hal dan kondisi.
Selasa, 28 Februari 2012
Membimbing Anak Sesuai dengan Kecondongan Ilmiahnya
Diriwayatkan oleh Abu Ya'la,Ibnu Asakir dan Abu Dawud dari Zaid bahwa ia berkata,"Rosulullah pernah berkata kepadaku,"Apakah kamu menguasai bahasa suryani? sebab ada beberapa surat yang datang kepadaku dengan bahasa tersebut?.Aku menjawab "Tidak".Beliau bersabda "Kalau begitu pelajarilah".Akupun akhirnya mempelajarinya selama tujuh belas hari."
Riwayat tersebut menceritakan bagaimana Zaid belajar bahasa suryani.Para sahabat sendirilah yang memilihnya kemudian mengajukannya kepada Rosulullah.Mereka sengaja mencalonkannya karena mereka tahu tentang bakat dan kemapuan Zaid dan kecenderungannya kepada masalah bahasa sehingga mampu mewujudkan apa yang diinginkan oleh Rosulullah didalam mempelajari bahasa suryani
.
Ini merupakan bukti dan petunjuk bahwa dalam mengarahkan anak adalah sesuai dengan kecenderungan ilmiahnya dan juga keinginan keinginan kejiwaannya.Sebab,dengan demikian anak lebih bisa menekuni dengan dorongan dari diri sendiri dan juga akan bisa menjadi ahli dan lebih hebat dari yang lain.
Hal ini ditegaskan juga oleh ulama salaf.Ibnu Sina berpendapat "Tidak setiap bidang ilmu atau ketrampilan yang dipelajari oleh anak bisa dikuasai dengan baik.Namun,seyogyanya ia menekuni bidang ilmu yang sesuai dengan karakter dan kecenderungannya."
Ketika Imam Bukhari di masa masa awal beliau ingin mempelajari dan mendalami ilmu fiqih,maka Muhammad bin Hasan berkata kepadanya,"Sekarang pergilah dan tekunilah ilmu hadist!".Hal ini dikatakan oleh Muhammad bin Hasan kepada Bukhari karena ia melihat bahwa Bukhari lebih cocok dalam bidang ini mengingat kemampuannya dalam bidang ini.Bukhari mematuhi sarannya dan akhirnya terbukti menjadi tokohahli hadist dan bahkan menjadi imam para ahli hadist
Langganan:
Postingan (Atom)